Minggu, 30 September 2012

Tips menulis Puisi

Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedang berada di kamar yang sunyi.” Ada pula yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi di mana saja.” Pendapat lain mengatakan “Saya bisa menulis puisi saat hati saya sedang sedih.”

Ungkapan-ungkapan di atas, hanya sebagian kecil saja pendapat orang tentang menulis puisi. Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan menulis puisi dengan baik & Benar.

Puisi dapat ditulis berdasarkan catatan harian. Ikutilah langkah berikut ini jika Anda akan menulis puisi berdasar catatan harian:

1. Baca dan renungkan isi catatan harian yang Anda miliki!
2. Coretlah kata-kata yang tidak penting dan tambahkan katakata yang menurut Anda menarik untuk disertakan!
3. Hapuslah baris-baris yang tidak penting!
4. Atur dan urutkan kembali baris-baris yang sudah Anda pilih!
5. Bacalah kembali hasil akhir baris-baris itu!
6. Suntinglah kembali baris-baris itu sehingga menjadi barisbaris puisi yang menarik!


Berikut ini adalah contoh bagian dari catatan harian.

hari ini aku tidak ke sekolah karena sedang liburan akhir semester. ku dan keluarga berencana akan pergi ke rumah paman yang terletak di daerah Pasawahan, Sukabumi. ku malas pergi ke sana, tetapi ayah dan ibu memaksaku untuk pergi ke sana. Kata mereka di sana pemandangannya indah sekali. daranya juga sangat sejuk dan menyenangkan. ku jadi ingin membuktikannya.

h, memang benar sekali di Pasawahan sangat menyenangkan. daranya menyegarkan paru-paruku. awa dinginnya menyejukkan hatiku. ingkungan di sana masih jauh dari polusi kota yang sangat kotor. ku jadi sangat betah seminggu tinggal di sana. Pamanku mengajakku berjalan-jalan di kebun teh yang dia kelola. ow...seperti permadani hijau yang menghampar luas. ku berlari ke sana ke sini kegirangan menatap keindahan kebun teh. ampak olehku wanita-wanita memakai tundung yang sangat besar di antara tanaman teh.
h... ternyata wanita-wanita itu adalah pemetik teh. Paman juga mengajakku ke kebun sayur. ntuk kesekian kalinya aku terpesona dengan keindahan alam Pasa-wahan. Di kebun sayur itu terdapat berbagai macam sayuran. Saat pulang ke jakarta, ayah dan ibu membawa berbagai sayuran. iburan di rumah paman ternyata sangat menyenangkan. iburan di Pasawahan tak akan pernah kulupakan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Puisi juga dapat ditulis berdasarkan hasil perenungan. Langkah langkah menulis puisi dari hasil perenungan adalah:
1. Duduklah di bawah pohon atau di tempat lain yang menyenangkan bagi Anda!
2. Pejamkan mata Anda dan pikirkanlah tentang hal yang menyenangkan, misalnya berlibur ke daerah pegunungan!
3. Hiruplah sejuknya udara dingin pegunungan!
4. Dengarkan suara burung yang berkicauan di dahan pohon!
5. Rasakan bahwa Anda sedang berada di tempat itu dan rasakan kenyamanannya!
6. Renungkanlah apa yang Anda rasakan! Renungkanlah bahwa semua keindahan itu merupakan karunia Tuhan!
7. Resapkanlah dalam hatimu yang telah Anda rasakan dan buka mata Anda perlahan!
8. Ungkapkanlah apa yang telah Anda rasakan, Anda lihat, Anda sanjung dalam renungan Anda dalam bentuk puisi!

Hal Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Menulis Puisi :

IRAMA
Irama atau ritme berhubungan dengan pengulangan bunyi, kata, frasa, dan kalimat. Dalam puisi, irama berupa pengulangan yang teratur suatu baris puisi menimbulkan gelombang yang menciptakan keindahan. Irama dapat juga berarti pergantian keras-lembut, tinggirendah, atau panjang-pendek kata secara berulang-ulang dengan tujuan menciptakan gelombang yang memperindah puisi. Perhatikan puisi DOA karya Chairil Anwar! Dalam puisi tersebut terdapat pengulangan kata Tuhanku.

RIMA
Rima (persamaan bunyi) adalah pengulangan bunyi berselang, baik dalam larik maupun pada akhir puisi yang berdekatan. Bunyi yang berima itu dapat ditampilkan oleh tekanan, nada tinggi, atau perpanjangan suara. Perhatikan kutipan puisi DOA berikut ini!

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh




sumber : http://www.sentra-edukasi.com/2009/11/cara-tips-menulis-puisi-dengan-baik.html

Kamis, 13 September 2012

Just me, no one else


Sendiri itu menyenangkan, sendiri itu momen dimana hanya ada aku dan pikiranku. Sendiri itu tak membuatku sepi ataupun sunyi. Sendiri itu memberikan ku ruang dimana aku hanya dapat berdebat dengan pemikiranku. Sendiri memberikanku kenyamanan, keleluasaan. Tak pernah merasa sedih dalam sendiriku. Dengan sendiri itu aku dapat menikmati waktu tentang KAMU. Ya KAMU dan sendiri ku itu sungguh terlihat akrab.
Hadirnya kamu dalam sendiriku begitu terlihat sempurna, karena aku tak perlu mengeluarkan suara untuk memanggilmu, aku tak perlu mata untuk melihatmu dan aku tak perlu tangan untuk menyentuhmu. Karena dalam sendiriku kamu terlihat utuh dan nyata. Begitu akrabnya kamu dengan kesendirianku, hingga aku tak ingin untuk melepas jauh sendiri itu. Aku inginkan sendiri untuk setiap waktu, karena hanya ada aku dan kamu di sendirinya aku. Abstrak..??? memang, terlihat abstrak, tapi itu nyata sendiriku itu sempurna.
Dalam sendiriku memberikan banyak waktu untuk bermain denganmu tanpa mengenal batasan waktu, apalagi jarak. Semua waktu itu kudapatkan dalam sendiriku. Dan aku tak ingin rasa nya kembali ke keramaian yang membuatmu hilang, membuat dirimu semakin tak terdengar dan tak tersentuh. Aku hanya ingin sendiri, sungguh ingin sendiri dan menikmati kesendirian itu.
Bagai melodi yang terdengar indah, bagai cahaya dipenghujung senja, itu dirimu tak pernah membuatku bosan. Sadarkah kamu?? Sendiriku sungguh sempurna. Sendiri itu membawa ku terbang bebas tanpa beban, aku dapat merasakan apa yang tidak bisa kurasakan dalam keramaian itu. Sendiriku memberikan arti tersendiri, terlebih tentang kamu. Dapat kah kamu merasakanya wahai sendiriku???
Didalam sendiriku itu masih selalu kamu, kamu dan kamu. Yang tanpa diundangpun akan selalu hadir dalam sendiriku. Tapi ketika suara keramaian itu terdengar, dengan sekejap pun kamu menghilang seiring menyusupnya keramaian itu. Sendiriku kehilangan sosok kamu, hadirmu, bahkan wujudmu itu.
Akankah kah kamu selalu hadir dalam sendiriku?? Apakah kamu akan selalu menemani ku sekalipun keramaian itu mengusik mu?? Apa kamu akan bertahan dengan keramaian itu, disaat aku tak merasa sendiri lagi...??

Kamu cahayaku

Berjalan dengan kesendirian
Kembali melangkah dan terus melangkah tak tentu arah
Lama, sangat lama aku melangkah dengan sendirian

Dingin dan Gelap
kulalui bersama kesendirian
siang terik selalu hadir menghanguskan
namun tak cukup hangat menemaniku dengan kesendirian

Aku menuju kelip cahaya kecil disana

Berlari,
mengejar dan berharap aku tidak hanya bersama kesendirian
Ketika ku tiba, cahaya redup
Redup perlahan mengecil dan hilang.
Hingga hanya aku dan kesendirian.

Dingin itu kembali datang
Gelap itu kembali  menjelang
kembali menemaniku dengan kesendirian



Bodoh, saat ku berhenti berjalan
Bodoh, saat ku menangis berhenti berharap
Berharap aku bukan hanya dengan kesendirian.

Tertunduk,
aku takut kembali melihat
Terdiam,
aku takut kembali tersenyum

Kala ku tertunduk, sebuah cahaya kecil hadir dengan indah.
Kala dingin dan gelap ini menyatu dengan kesendirian

Aku hanya melihat dan tak mengejar
Aku hanya berjalan, namun tak berharap.

Cahaya itu hangat, namun aku telah dingin
Saat ku mulai menutup harapan, ku tersadar.
Bukan hanya ada aku dan kesendirian yang gelap membeku
Ku kembali membuka harapan
Ku kembali berjalan dalam harapan

Aku kembali mengejar,
mengejar dan berlari meninggalkan kesendirian
Mengejar dan berlari menuju cahaya

Aku tiba, dan mendekap
memeluk erat cahayaku
Hangat, tak ada lagi kesendiran yang dingin dan gelap.

Akan kujaga cahaya kecilku
Jauh di dalam hatiku